Connect with us

Hukrim

Cabuli Siswa.Oknum Guru SMP Di peranap di tuntut 17 tahun penjara.

Published

on

INHU PORTALPINGGIR.COM – Oknum guru di salah satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang mencabuli Siswa di Kecamatan Peranap dituntut 17 tahun penjara Jaksan Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Indragiri Hulu (Inhu) Riau dengan denda 1 miliar atau Subsider 6.

Tuntutan itu dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Indragiri Hulu, dalam persidangan secara online pada Selasa (7/4/20) kemarin.
Hayin Suhikto SH, MH, Kejari Inhu melalui Kasi Pidum Kejari Inhu Yulianto Aribowo SH MH, didampingi Jaksa Penuntut Umum Jimmy Manurung, mengatakan bahwa selain dituntut penjara, terdakwa juga didenda 1 Milyar dan Subsider 6 Bulan penjara, ucapnya kepada awak media.
Dijelaskannya, pelaku tersebut dalam kasus ini dijerat dengan pasal 82 ayat 1 dan 2 UU RI no 17 tahun 2016 Atas penetapan Perppu no 01 tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua UU RI No 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak.
Untuk diketahui, Room Royen alias Ngku ditangkap tim gabungan PPA Sat Reskrim Polres Inhu dan tim Opsnal Narasinga Reskrim Inhu atas tuduhan pencabulan terhadap 7 (tujuh) orang korban Anak dibawah umur yang notabene anak didiknya sendiri.
Oknum guru honorer tersebut ditangkap dalam pelariannya di Kepulauan Meranti, Provinsi Riau. Modusnya dengan mengundang para korban secara bergiliran ke rumahnya dengan dalih memberi tambahan pelajaran guna mengambil nilai. Namun setelah sang murid datang ke rumahnya, justru dipaksa untuk melayani nafsu bejatnya dengan iming-iming nilai bagus agar juara kelas.
” Apabila anak didik tersebut menolak. Maka pelaku akan mengancam dengan nilai rendah diberikan ke siswa tersebut sekaligus korban,”
“Karena ancaman itu, dengan terpaksa siswa didik yang menjadi korban tersebut mengikuti kemauan oknum guru bejat tersebut,” ucap korban saat diperiksa polisi.
Pelaku yang berjenis kelamin pria itu terindikasi kuat memiliki orientasi sex menyimpang, karena korban yang di cabulinya semuanya pria.
Terkuaknya perbuatan pelaku, berawal dari laporan seorang siswa pada orang tuanya. Orang tua yang tidak terima atas perbuatan pelaku lalu melaporkannya ke pihak Kepolisian.
Mengetahui perbuatannya terbongkar, pelaku langsung kabur dan selama pelariannya terus berpindah-pindah tempat hingga akhirnya berhasil dibekuk di kabupaten Kepulauan Meranti.**
Sumber : Inforiau.net

Baca Juga  Dengan Sebilah Bambu Dan Kain Sarung, 2 Prajutit TNI Di Cianjur Tandu Ibu Yang Habis Melahirkan, Menempuh Sejauh 2 Km Melewati Jalanan Licin dan Berbatu Demi Antarkan Pulang.
Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: