Connect with us

RIAU

Dalam persidangan perdana Bupati bengkalis Nonaktif Ambril.Rekening kasmarni sebut terima Uang Rp.23.6 M, cara bertahap

Published

on

PEKANBARU – Dalam Persidangan perdana Bupati bengkalis nonaktif Ambril Mukminin Kamis 25 Juni Kemarin Nama Kasmarni istri Bupati Bengkalis Ambril Mukmini disebut-sebut meneriam aliran dana Sebesar Rp.23.6 mliyar dari Pengusaha Sawit.

Dipersidangan dakwan Ambri diungkapkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Tony Frenky Pangaribuan di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Pekanbaru. Kamis kemarin.

Disebutkan nya Bahwa Kasmarni, istri Bupati nonaktif Kabupaten Bengkalis, Amril Mukminin, Teleh menerima Uang oleh dua orang pengusaha sawit untuk Amril. aliran dana sebesar Rp23,6 miliar.

Adapun nama-nama Pengusaha sawit yang disebutkan yakni adalah Jonny Tjoa selaku Direktur Utama dan pemilik perusahaan sawit PT Mustika Agung Sawit Sejahtera.Selanjutnya Adyanto selaku Direktur dan pemilik PT Sawit Anugrah Sejahtera.

Pemberian uang itu dilakukan secara bertahap pada Juli 2013 hingga 2019.melalui rekening Kasmarni Selaku istri terdakwa bupati bengkalis nonaktif Ambril Mukminin.

Dimanan pada 2013 lalu, ketika itu Amril bupati nonaktif masih menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Bengkalis, Saat itu Jonny Tjoa meminta bantuan Amril untuk mengajak masyarakat setempat agar memasukkan buah sawit ke PT Mustika Agung Sawit Sejahtera dan mengamankan kelancaran operasional produksi perusahaan.

Baca Juga  Kab.Kampar Termasuk yang baik dalam penanggulangan Covid-19 dari 12 Kabupaten/kota Di Riau

“Atas bantuan tersebut, Jonny Tjoa memberikan kompensasi berupa uang kepada terdakwa sebesar Rp5 per kilogram Tandan Buah Segar (TBS) dari total buah sawit yang masuk ke dalam pabrik,” kata Tony, megutip Cakaplah.com

Terhitung sejak Juli 2013 telah dikirimkan uang setiap bulannya dengan cara ditransfer ke rekening atas nama Kasmarni (istri Amril). Pemberian itu berlanjut setelah Amril dilantik menjadi Bupati Bengkalis pada Februari 2016. “Seluruhnya sebesar Rp12.770.330.650,” ujar Tony.

Sementara, Adyanto memberi uang kepada Amril pada 2014. Ketika itu, dia meminta bantuan Amril untuk mengamankan kelancaran operasional pabrik PT Sawit Anugrah Sejahtera di Desa Balairaja, Kabupaten Bengkalis.

Atas bantuan tersebut, Adyanto memberikan kompensasi berupa uang kepada terdakwa dari persentase keuntungan yaitu sebesar Rp5 per kilogram TBS dari total buah sawit yang masuk ke dalam pabrik. “Uang tersebut diberikan setiap bulannya sejak awal 2014 yang diserahkan secara tunai kepada Kasmarni,” kata Tony.

Setelah Amril dilantik menjadi Bupati Bengkalis pada Februari 2016, Adyanto meneruskan pemberian. Seluruh uang yang diterima dari Adyanto Rp10.907.412.755.

Baca Juga  Terkait ganti rugi lahan warga balai raja.Pihak PPK Sebut BPN banci. BPN harusnya konsekwen dan jangan cuci tangan.

Penerimaan uang yang merupakan gratifikasi tersebut tidak pernah dilaporkan oleh Amril kepada KPK dalam tenggang waktu 30 hari kerja sebagaimana dipersyaratkan dalam Undang Undang dan merupakan pemberian suap karena berhubungan dengan jabatan terdakwa selaku anggota DPRD Kabupaten Bengkalis periode masa jabatan tahun 2014 -2019 dan selaku Bupati Bengkalis periode masa jabatan tahun 2016-2021.

Rilis : Redaksi

Users ( votes)
Criterion 1
What people say... Leave your rating
Sort by:

Be the first to leave a review.

User Avatar
Verified
{{{ review.rating_title }}}
{{{review.rating_comment | nl2br}}}

Show more
{{ pageNumber+1 }}
Leave your rating

Your browser does not support images upload. Please choose a modern one

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: