Connect with us

Bengkalis

Kenyang dengan janji-janji. Warga Lakukan aksi stop pengerjan jalan tol di balai raja Sesi 4A. Warga tuntut hak ganti rugi lahan.

Published

on

PINGGIR – Akibat tidak kunjung ada kejelasan pembayaran ganti rugi lahan masyarakat yang tekena pembangunan jalan tol pekanbaru dumai Pekdum 4 di wilayah kecamatan pinggir puluhan warga di RT 01 / RW 04 Kelurahan Balairaja Kecamatan Pinggir pada Senin (6/7/2020) pagi sekitar pukul 09:00 WIB lakukan protes dengan cara menghadang alat berat HKi Seksi 4A yang sedang melakukan pengerngerjan di atas lahan milik warga.

Aksi penyetopan alat berat tersebut dilakukan warga di karena merasa kesal dengan janji pihak pengembangan jalan tol pekanbaru dumai yang dsampai saat ini tidak kunjung ada pembayaran ganti rugi.

“Kita sudah bosan dengan janji janji sejak beberapa bulan lalu.Dan hingga saat ini ganti rugi tanah kami belum terealisasi,tanah itu kami beli pake duit ngurus SKGRnya juga pake duit klo belim di bayarkan ganti rugi tanah kami sesuai dengan hak kami jangan asal kerjakan gitu aja.ujar seorang ibu yang memiliki tanah 3 tapak dilokasi. Padahal pembangunan jalan pintu masuk tol terus berjalan.

Lanjutnya warga mengaku sangat mendukung program pemerintah ini dengan adanya pembangunan jalan tol di kecamatan pinggir ini.namun masyarakat meminta selesaikan dulu hak kami sebagai pemilik tanah yang terkena pembangunan jalan tol ini jangan asal di garap dan lansung di kerjakan gitu aja.

“Kita sangat mendukung program pemerintah dalam pembangunan .Namun selesaikanlah hak kami warga pemilik tanah ini.Surat surat tanah sudah dikumpulkan mengapa proses ganti rugi belum dilakukan.
Untuk itu kami minta pengerjaan dihentikan,” kata Jtk.

dan beberpa warga pemilik tanah saat dilokasi memasang pancang dan garis tanahnya. Warga pemilik tanah lainnya
hal senada juga disampaikan oleh OPB Siregar mengatakan kekesalannya terkait tanahnya yang belum terbayar hingg saat ini.

Baca Juga  Satu lagi Pasien PDP Di bengkalis Asal Talang Muandau Di nyatakan sembuh.

“Warga sudah cukup sabar menunggu proses ganti rugi tanah ini.Seakan pihak pengelola jalan Tol tidak peduli dengan pemilik tanah.Rasanya tidak mungkin hanya bangunan dan tanaman yang diganti rugi Sementara dulu kita beli tanahnya hingga mencapai puluhan juta dan bahkan ratusan juta,” katanya dan berjanji akan terus bertahan sampai dibayarkan yang ganti rugi yang diamini warga lainnya.

dari pantauan awak media di lapangan terlihat puluhan warga melakukan pemancangan tanah miliknya masing masing diatas tanah yang sudah berbentuk jalan dilapisi kerikil.

Pantuan di lapangan tampak Beberapa alat berat yang sebelumnya beroperasi berangsur angsur berhenti dan Beberapa jam kemudian pihak PT HKi bersama PPK Pengadaan Tanah Jalan Tol Pekanbaru- Duri turun ke lokasi dan disepakati melakukan pertemuan pukul 15:00 WIB di kantor Lurah Balairaja.Pertemuan di kantor Lurah Balairaja dihadiri PPK Pengadaan Tanah Jalan Tol Eva Monalisa Tambunan,Pihak PT HKi,Lurah Balairaja Hemalina,S.Sos serta puluhan warga pemilik tanah.

dari hasil pertemuan tersebut dibuat dalam surat pernyataan bersama seluruh warga balai raja pemilik tanah yang akan diserahkan kepada pihak Pengadilan Negeri Bengkalis Diantaranya berisikan

1: Kami warga Kelurahan Balairaja Kecamatan Pinggir Kabupaten Bengkalis Riau memohon kepada pihak pengelola pembangunan jalan Tol Pekanbaru- Dumai / PT HKI,jalan Tol Balairaja untuk tidak melakukan pekerjaan diatas tanah milik kami yang belum dibayar/yang belum selesai inkrah di Pengadilan Negeri Bengkalis.

Baca Juga  Diskes Bengkalis Tempis kabar Penmbahan 1 Lagi Pasien PDP di bengkalis.

2.Kami warga Kelurahan Balairaja Kecamatan Pinggir Kabupaten Bengkalis Riau memohon agar pembayaran melalui proses Pengadilan Negeri Bengkalis segera /secepatnya dilaksanakan

dan yang terakhir 3.
Sebelum poin 1 dan 2 dilaksanakan maka proses kegiatan diatas tanah kami dihentikan terlebih dahulu.
Surat pernyataan tersebut ditanda tangani sebanyak 40 warga pemilik tanah dan diserahkan kepada pihak Pengadaan Tanah Jalan Tol.

“Kita ikuti saja apa yang dimaui oleh warga.
Warga meminta harus menunggu penetapan pengadilan ya kita ikuti,soal nanti apa dan seperti apa tentu Pengadilan Negeri yang memutuskan saya kan harus bekerja sesuai dengan aturan,” Kata Eva Monalisa usai acara pertemuan.

Eva menambahkan bahwa kendala yang dihadapi ada sekitar 40 warga tanahnya tumpang tindih dengan tanah barang milik negara yang dikuasai Chevron.

“Tetapi warga punya surat tanah juga sedangkan bangunan dan tanaman yang tumbuh ditanah milik warga sudah kita bayar,” kata Eva Monalisa Tambunan

Jhon

Users ( votes)
Criterion 1
What people say... Leave your rating
Sort by:

Be the first to leave a review.

User Avatar
Verified
{{{ review.rating_title }}}
{{{review.rating_comment | nl2br}}}

Show more
{{ pageNumber+1 }}
Leave your rating

Your browser does not support images upload. Please choose a modern one

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: