Connect with us

NASIONAL

7 AKTIVIS PAPUA DI DAKWA PASAL MAKAR, BEMNUS SUMUT. JANGAN PANCING MAHASISWA BERGERAK

Published

on

SUMUT – Penangkapan tujuh aktivis mahasiswa papua yang di dakwa dengan pasal makar dalam aksi unjuk rasa menentang rasisme di kota jayapura mendapat kecaman dari berbagai pihak.

Salah satu pihak yang mengecam atas tindakan diskriminatif 7 aktivis mahasiswa papua datang dari Badan Eksekutif Mahasiswa Sumatera Utara (BEMNUS SUMUT).

Sebagai bentuk solidaritas mahasiswa se-Indonesia, BEMNUS Sumut mengecam tindakan diskrimintif terhadap 7 aktivis papua ini dan memberikan support moril kepada 7 Aktivis yang menjadi korban ketidakadilan terhadap penegakan hukum di Indonesia.

7 Tahanan politik tersebut salah satunya adalah Eks Ketua BEM Universitas Cendrawasih Ferry Kombo dan 6 lagi adalah kawan-kawan aktivis papua Alex Gobay, Hengky Hilapok, Irwanus Urobmabin,Buktar Tabuni,Steven Itlay, Agus Kossay.

Korda BEMNUS Sumut Ridho Alamsyah meminta kepada Presiden Jokowi selaku pemangku kebijakan tertinggi di negeri ini untuk segera membebaskan tanpa syarat 7 Aktivis Papua ini, jika tidak segera di vonis bebas maka artinya pemerintah sedang menanam bom waktu untuk meledakkan gerakan mahasiswa skala nasional , apapun bisa terjadi jika mahasiswa sudah bergerak,apalagi di tengah banyaknya permasalahan bangsa saat ini,ujar Ridho.

Baca Juga  KPK Temukan 1,2 juta lahan hutan beralih fungsi. Ketum Lidik kasus laporkan salah satu perusahaan

Ketua Senat Mahasiswa Universitas Negeri Medan (SEMA UNIMED) juga meminta kepada pemerintah, terkhusus para penegak hukum yang menangani kasus ini, agar secepat mungkin membebaskan 7 Aktivis dalam aksi demonstrasi yang menentang tindakan rasisme terhadap saudara-saudara kami dipapua.

“Secara visual tidak ada keterbukaan pelanggaran-pelanggaran hukum yang dilakukan 7 Aktivis tersebut oleh pihak penegak hukum. Dengan ketertutupan tersebut, saya rasa akan menimbulkan keresahan yang berujung dengan aksi mahasiswa dalam skala besar”, Ujar Ahamd Fahmi.

Hal senada juga disampaikan Presiden Mahasiswa Universitas Asahan (BEM UNA) M.Nur Hidayat Manurung, “sangat disayangkan Jaksa penuntut umum yang telah menuntut yang bukan merupakan suatu tindakan mahasiswa tersebut, sebab mahasiswa menyampaikan pendapat yang telah dilindungi oleh undang undang sebagai bentuk kecintaannya terhadap bangsa dan negara”,tambah M.Nur.

Ketua BEM Univeristas Potensi Utama (UPU) Ade Pitryan Hsb juga mengecam keras tindakan penegak hukum terhadap kawan-kawan mahasiswa papua dan meminta kepada pemerintah agar secepat membebaskan 7 Aktivis mahasiswa dalam aksi demonstrasi yang menentang tindakan rasisme terhadap saudara-saudara kami dipapua.

Baca Juga  Kemlu Pantau Kondisi 78 WNI di Kapal Pesiar Via Grup WhatsApp

“Dalam UUD 1945 sudah di atur setiap orang berhak mendapatkan kebebasan menyampaikan pendapat di muka umum baik secara lisan maupun tulisan,maka dari itu kami juga bagian dari mahasiswa Papua siap untuk mendukung dan mengawal kasus tersebut agar di tegakkan dengan hukum yang berlaku di negara republik indonesia”, tutup Ryan.

Tim : Sumut

Users ( votes)
Criterion 1
What people say... Leave your rating
Sort by:

Be the first to leave a review.

User Avatar
Verified
{{{ review.rating_title }}}
{{{review.rating_comment | nl2br}}}

Show more
{{ pageNumber+1 }}
Leave your rating

Your browser does not support images upload. Please choose a modern one

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: