Connect with us

medan

MIRIS,” PETANI JALAN KAKI UNTUK MENCARI KEADILAN KE ISTANA NEGARA”TERTAIT SANGKETA LAHAN WARGA DENGAN PTPN II.

Published

on

MEDAN- Untuk kesekian kalinya ruang hidup petani telah dirampas, petani tidak mendapatkan perlindungan dari Negara. Kami para petanidari Dusun Bekala Desa Simalingkar A dan Desa Sei Mencirim, Kabupaten Deli Serdang yang tergabung dalam Serikat Petani Simalingkar Bersatu (SPSB) dan Serikat Tani Mencirim Bersatu (STMB) akan melakukan aksi jalan kaki dari Medan,

Berdasarkan Pengamat sosial dan politik USU Drs. H Wara Sinuhaji MHum mengaku perasaannya sangat miris membaca media tentang nasib sejumlah petani yang melakukan jalan kaki dari Medan ke Jakarta ingin dengan tekat bertemu Presiden, Dalam menyampaikan nasib dan berkeluh kesah tentang tanah garapan yang tidak berkesudahan.

“Empatiku sungguh dan sangat tergugah, lihat para petani kita melakukan long march, berjalan dari Medan ke Jakarta,” kata Wara di Medan, Kamis (09/07).

Warga Simalingkar dan Sei Mencirim, kali ini bergabung, bersatu mencoba long march. Berpuluh puluh tahun nasibnya menderita, semua infrastruktur politik, kekuasaan di Sumatera Utara tidak mampu menyelesaikan masalah yang dihadapi petani ini. Gubernur, bupati dan kepala daerah, demikian juga lembaga legislatif dan semua partai politik.Termasuk para politikus, hanya berjanji akan menyelesaikan permasalahan sengketa agraria ini saat musim kontestasi tiba. “Sejak reformasi, janji hanya tinggal janji seperti nyanyian Hetty Koes Endang”,kata Wara.

Jangankan kita bicara permasalahan sengketa agraria sebelum reformasi. Hampir 6.000 hektare tanah pelepasan Hak Guna Usaha setelah era reformasi yang seharusnya sudah lama dibagikan dan diusahai oleh petani kita, Fakta yang kita temukan, tanah tersebut semua raib dikuasai oleh para mafia tanah.

Berdasarkan keluhan dari masyarakat tersebut Basalnya pada areal lahan dan tempat tinggal yang telah kami kelola dan tempati sejak tahun 1951 telah digusur paksa oleh korporasi plat merah bernama PTPN II. Padahal kami telah mengantongi SK Landreform sejak tahun 1984 dan parahnya sebanyak 36 petani di Sei Mencirim yang ikut tergusur sudah memiliki Sertifikat Hak Milik (SHM).

Baca Juga  Terkait ganti rugi lahan warga balai raja.Pihak PPK Sebut BPN banci. BPN harusnya konsekwen dan jangan cuci tangan.

Luas area yang berkonflik antara petani yang tergabung dalam SPSB dengan PTPN II adalah seluas ± 854 Ha dan luas area yang berkonflik antara petani yang tergabung dalam STMB dengan PTPN II adalah seluas ± 850 Ha dan tuntutan petani STMB adalah seluas ± 323,5 Ha. Pada tahun 2017 petani yang menempati dan mengelola lahan/tanah sejak tahun 1951 dikejutkan dengan pemasangan plang oleh pihak PTPN II Deli Serdang yang tertulis Nomor Sertifikat Hak Guna Usaha No. 171/2009 di desa Simalingkar A. Selanjutnya pihak PTPN II dikawal oleh ribuan aparat TNI & POLRI menggusur /mengkoupasi lahan-lahan pertanian masyarakat dan menghancurkan seluruh tanaman yang ada didalamnya, tutur dari seluruh masyarakat.

Mereka bekerjasama dengan aparat dan pihak terkait .Sementara petani kita gigit jari, mafia tanah dan pengusaha real estate, kasat mata kita lihat merdeka menikmatinya,
Kita bisa saksikan gedung gedung megah, dengan sombong berdiri kokoh di lahan eks pelepasan HGU tersebut.

Petani hanya berharap sekedar untuk dapat ditanami, buat anak dan istrinya. Mereka berjuang berdarah darah mempertaruhkan nyawa, Mempertahankan hak, diadu domba dengan oknum petugas, ormas dan OKP yang diperalat mafia tanah.Mereka diusir dan terusir dari lahan yang telah lama dikuasai.

Para petani kita pernah mengadukan nasibnya, ke DPRD, gubernur dan para bupati. Jalanan macet sudah biasa kita lihat pemandangan sehari-hari. Para petinggi daerah ini menyambut kedatangan mereka, berkata akan kita selesaikan. Para petani kita, gemuruh tepuk tangan dan menghayal seolah perjuangan berhasil.

Janji ternyata tinggal janji, tetapi hanya sebatas tepuk tangan.Tidak ada tindak lanjutnya, besok lusa mereka terusir .Di atas tanahnya berdiri dan berubah menjadi kawasan elite, perumahan mewah. Si petani tergusur entah kemana dan merenungi nasibnya yang malang.

Lantas, kalau masalah pelepasan tanah hak guna usaha ini tidak bisa diselesaikan. Untuk apa fungsi pemerintahan ? Kita punya perwakilan rakyat, punya gubernur yang berkompetensi menyelesaikan konflik ini.Tetapi semua mandul, tidak berfungsi. Buktinya, kalau tak mandul, petani kita tidak lakukan long march ke Jakarta. Mencoba adukan nasibnya ke Presiden.

Baca Juga  Usai Rapat kabinet,Mahfud MD Sebut Negara putuskan tidak akan memulakan eks WNI ISIS Ke indonesia

Untuk apa menjadi anggota legislatif dan gubernur, kalau masalah sengketa tanah saja tidak bisa diselesaikan. Jujur saja, seandainya saya seperti mereka ini akan mundur dari posisi ini. Malu menerima penghasilan besar dari pajak rakyat, tetapi menghindar dari tanggung jawab moral untuk menyelesaikan masalah rakyat,kata Wara.

Mari kita jujur dan berkata pada diri sendiri, saya khawatir tanah pelepasan HGU seluas 6.000 ha tersebut hanya tinggal kenangan. Sesungguhnya tanah itu telah dikuasai oleh para mafia tanah. Miris lihat nasib petani, mereka menjadi korban penipuan dan pembohongan aparat.

Para petani yang kemarin diberita SIB telah sampai di Riau melakukan long march ini, ada emak emak renta dan ringkih, berjuang di usia sisa hidupnya,ingin bertemu dengan Presiden Jokowi.

Menurut Wara, emak-emak ini sekalian mempermalukan petinggi Sumatera Utara, dan anggota legislatif yang tidak mampu menyelesaikan fungsi dan tugasnya menyelesaikan masalah ini. “Doaku, semoga semua petani itu sehat dalam perjalanan. Berharap Presiden Jokowi hentikan aksi ini, menjemput semuanya dengan pesawat dan bangun dialog di Jakarta”,kata Wara.

Rls : Tri

Users ( votes)
Criterion 1
What people say... Leave your rating
Sort by:

Be the first to leave a review.

User Avatar
Verified
{{{ review.rating_title }}}
{{{review.rating_comment | nl2br}}}

Show more
{{ pageNumber+1 }}
Leave your rating

Your browser does not support images upload. Please choose a modern one

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: