Connect with us

Bengkalis

Pengadan lahan tol Permai di kawasan balai raja. Banyak kejangalan di temukan warga.Adapa dengan cap basah yang di coret di berkas oleh pejabat pengadaan lahan.

Published

on

PINGGIR – Ternyata Bukan hanya Ganti rugi lahan milik warga kelurahan balai raja kecamatan pinggir yang terkena pembangunan jalan tol Pekanbaru dumai (Tol-Permai) yang menjadi kekecewan yang mendalam bagi warga.
Yang sampai saat ini terkesan di persulit oleh Pihak pengadan tanah P2T dan berujunga pada sidang konsinyasi Di Pengadilan Negeri PN Bengkalis pada 9 September 2020 Lalu.
Selain itu masyarakat juga merasa dibodohi dan ditipu oleh pihak-pihak yang terlibat dalam pengadan dan dalam pelepasan lahan untuk pembangunan jalan tol-permai itu.

Dampak kerugian yang di alami warga akibat lahan nya yang terkena pembangunan tol tersebut tak kujung di bayarkan juga oleh Pihak pengadan tanah jalan tol.

Bahkan masyarakat merasa sangat kecewa tergarap pihak pengadan tanah tol dimana ganti rugi atas dampak kerugia yang dialami warga karna rumah dan tempat usaha yang dimiliki oleh warga di yang di rubuhkan demi kepentingan pembangunan jalan tol itu tidak kunjung di bayarkan.

Seperti yang di ungkapkan oleh Kartua Simbolon warga yang lahannya terkena pembangunan jalan tol ketika ditemui oleh Awak Media Portalpinggir.com dikediaman nya menuturkan.
“Bukan hanya ganti rugi lahan kami yang tak kunjung di bayarkan yang membuat kami kecewa kerugian atas dampak kami sampai saat ini tak ada lagi kejelasan padahan dampak atas pembongkaran rumah dan tempat usaha kami seharusnya juga di bayarkan namun sampai saat ini tidak kabarnya lagi didiamkan oleh mereka.cetusnya.

Dijelaskannya lagi. “Pertemuan pertama di kantor lurah balai raja dengan pihak P2T bersama BPN dan PPK-PUPR dalam agenda sosialisasi dari hasil pendatan tanaman bangunan dan tanah dengan harga yang telah di tetapkan. Dan dari penawaran itu sebagaian masyarakat ada menerima dan ada juga yang tidak menerima/menolak.

Saat itu Pihak P2T menyampaikan. bagi masyarakat yang merasa keberatan dan menolak atas tidak sesuai data pihak P2T memberi kesempatan selama 14 hari kerja untuk mengajukan keberatan ke P2t.
Begitu juga petemuan kedua kali nya di di kator camat pinggir Pertemuan sama penyampaian nya waktu pertemuan di kamtor lurah balai raja yang juga hadir pihak yang sama. BPN P2T. Ketua Tim penilai Apreisal. PPK-PUPR,ungkapnya.
Dan terakir pertemuan itu di Hotel Gren Zuri dimana masyarakat diundang kesana untuk menandatangani kesepakata untuk tidak keberatan. Kesepalatan yang ditanda tangani itu bukan untuk pembayaran lahan/tanah. Tapi pembayaran Ganti rugi Tanaman dan bangunan Dan uang di kirim secara bertahap diluar ganti rugi tanah.
Waktu itu salah seorang menanyakan kepada P2T atas dampak dari jalan tol terhadap masyarakat salah satu contoh bagunan yang ada usaha yang di bongkar. P2t menjawab akan di bayar. Tapi sampai saat ini tidak ada juga di bayarkan sesuai janji mereka.
Dikatakanya juga. Banyak kejanggalan yang terdapat pada proses pembayaran ganti rugi lahan warga balai raja dari cap basah yang di coret dan ada juga yang tidak di coret terdapat pada lembaran surat tanah warga yang terlampir.ungkapnya.
Dengan ini kami berharap berita ini sampai ke pusat untuk kiranya di lakikan pemeriksan terhadap pejabat pengadan lahan untuk jalan tol riau ini karna banyak kita sebagai warga yang memiliki tanah menemukan kejanggalan kejanggalan ada proses pelepasan lahan untuk tol ini.cetusnya.

Baca Juga  Terkait kasus UED-SP desa bukit batu. Kejari Bengkalis resmi tetapkan 3 org tersangka. Dua diantara nya resmi di tahan.
Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: