Connect with us

Korupsi

Penyematan Gelar Datuk Setia Amanah Untuk Bupati Bengkalis, Memalukan Bagi BAM

Published

on

Minggu 19/01/2020

PEKANBARU _. PortalPinggir. Com. – Bupati Bengkalis Amril Mukminin akan menerima gelar adat dari Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Bengkalis, Senin (20/1/2020) besok.

Penabalan adat tersebut akan digelar di Balai Kerapatan Wisma Daerah Sri Mahkota jalan Antara Bengkalis, LAMR akan menyematkan gelar Datuk Seri Setia Amanah Junjungan Negeri kepada Bupati Amril Mukminin.

Selain Amril, LAMR juga akan memberi gelar Datin Seri Junjungan Negeri kepada istri Amril Mukminin, Ibuk Kasmarni.

Namun gelar Datuk Setia Amanah Junjungan Negeri yang akan disandang Amril Mukmunin terasa sangat janggal mengingat saat ini sang bupati tengah tersandung kasus tersangka korupsi. dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus suap proyek multiyears pembangunan jalan. Amril diduga menerima suap sebesar Rp5,6 miliar.

Terkait rencana LAMR menabalkan gelar adat untuk Bupati Amril juga mendapat penolakan dari Ketua Barisan Anak Melayu Kabupaten Bengkalis, Yulifitrizal.

“Saat ini posisi Bupati Amril adalah tersangka yang di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ini sungguh memalukan dia sudah mencoreng nama negeri Bengkalis, melakukan korupsi, sangat menghianati rakyat yang sudah diamanahkan jabatan padanya. Ini sikap yang tidak amanah dan sangat memalukan, apabila gelar Datuk Setia Amanah Negeri itu tetap diberikan kepadanya,” tegas Yulifitrizal.

Baca Juga  Kapolri: Saya Apresiasi Inovasi Polda Riau Dan Seluruh Forkopimda Riau Cegah Dan Atasi Karhutla

Selain karena Amril yang telah berstatus tersangka, penolakan ini kata Yulifitrizal karena ada beberapa faktor seperti, tidak amanahnya Bupati Amril Mukminin dari awal menjabat sebagai bupati Bengkalis, adanya ketidarmonisan hubungan bupati dan wakil bupati. Ia menilai, dari hal ini sudah melanggar sumpah janji sebagai kepala daerah.

Ia juga mempertanyakan LAMR yang hanya memberikan gelar adat kepada bupati dan istri bupati, bukan kepada bupati dan wakil bupati.

“Ini kenapa justru bupati dan istri bupati, apakah karena istri bupati Kasmarni mau mencalon jadi bupati? Gelar ini sangat politis kepentingan, LAMR seharusnya sebagai penengah, sebagai penyejuk mendamaikan malah bukan memihak serta menggadaikan marwah lembaga adat,” cakapnya lagi.

Dengan itu, Yulifitrizal mengatakan, pihaknya dari Barisan Anak Melayu Kabupaten Bengkalis (BAM Bengkalis) menolak karena gelar tersebut dinilai tidak layak diberikan kepada orang yang tidak amanah terhadap negeri.

Baca Juga  Polda riau gelar Konferensi Pers pengungkapan peredaran Sabu 35 kilo

“Kami meminta LAM Bengkalis meninjau ulang dalam pemberian gelar adat Datuk Setia Amanah Negeri, kami sudah audiensi dengan orang LAM tapi hasilnya belum memuaskan, kami akan melakukan aksi lapangan meminta LAM Bengkalis segera membatalkan gelar yang akan diberikan itu, kami dari BAM sudah melayangkan surat pemberitahuan ke Polres Bengkalis,” tegasnya dengan nada kesal.(sumber cakaplah.com)

Users ( votes)
Criterion 1
What people say... Leave your rating
Sort by:

Be the first to leave a review.

User Avatar
Verified
{{{ review.rating_title }}}
{{{review.rating_comment | nl2br}}}

Show more
{{ pageNumber+1 }}
Leave your rating

Your browser does not support images upload. Please choose a modern one

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: