Connect with us

Bengkalis

Sebanyak 35.345 benih lobster seludupan senilai Rp5,3 miliar berhasil di Gagalkan Polda Riau

Published

on

PEKANBARU PORTALPINGGIR.COM – Tertangkapnya Sebanyak 35.345 benih lobster seludupan senilai Rp5,3 miliar yang berhasil digagalkan dari Kabupaten Bengkalis, Riau akan dilepasliarkan di perairan Pulau Kasian, Kabupaten Pariaman, Sumatera Barat.

Stasiun Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu, Keamanan Hasil Perikanan (SKIPM) Pekanbaru Eko Sulistyanto kepada Antara di Pekanbaru, Rabu mengatakan Sumatera Barat dipilih karena secara geografis mendukung untuk pertumbuhan pembibitan lobster yang bernilai tinggi.

“Hari ini juga kita bawa ke Pulau Kasian di Pariaman setelah kita isi ulang oksigen ke kantong-kantong benih lobster,” katanya.

Sementara itu, Direktur Polisi Perairan Polda Riau Kombes Pol Badaruddin mengatakan jika berkemungkinan besar jenis satwa yang dilindungi itu berasal dari Pulau Jawa. Hal itu diketahui berdasarkan mobil yang dikendarai para tersangka menggunakan plat polisi A atau wilayah Banten.

Benih jenis lobster yang menurut Badaruddin dalam keadaan sehat itu dibawa menggunakan jalur darat menggunakan mobil yang turut dilengkapi dengan peralatan oksigen.

Sementara itu, dari pengakuan para tersangka terungkap jika mereka telah satu kali menjalankan aksi yang sama. Namun, untuk yang kedua ini berhasil digagalkan polisi.

Baca Juga  Tim medis duri kota semprotkan Disinfektan di Kediaman warga duri positif Covid-19.

“Yang pertama kata mereka dengan jumlah sedikit. Dan yang kedua ini lebih banyak dari yang sebelumnya,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya Direktorat Polisi Perairan Kepolisian Daerah Riau menyita sedikitnya 35.345 benih lobster senilai Rp5,3 miliar dari tangan lima tersangka di Kabupaten Bengkalis.

Kelima tersangka tersebut ditangkap di sebuah perkampungan Desa Tenggayun, Kecamatan Bandar Laksamana, Kabupaten Bengkalis, Riau pada Selasa tadi malam (3/2).

Ke lima tersangka yang berhasil ditangkap berikut barang bukti miliaran rupiah bayi lobster itu masing-masing adalah Erizal asal Bengkalis kemudian empat pelaku dari Lubuk Linggau, Sumatera Selatan Hendri, Abu bakar, Okta Raditya dan Adi Irawan.

Badaruddin menjelaskan pengungkapan itu berawal dari laporan masyarakat yang melihat adanya pengisian ulang oksigen di kantong-kantong plastik berisi bayi lobster di sebuah rumah. Polisi segera bertindak cepat dan melakukan penggerebekan. Alhasil, enam kotak besar berisi puluhan ribu lobster disita. Selain itu, polisi juga turut mengamankan satu unit mobil dan perangkat pengisian oksigen.

Ia mengatakan jika ada tiga jenis bayi lobster yang disita polisi. Ketiganya terdiri dari jenis pasir, batik dan yang paling mahal jenis mutiara.

Baca Juga  Gubenur riau tunjuk Sekda bengkalis sengai Plh bupati bengkalis

“Kami masih melakukan pengembangan dari penangkapan ini. Ada satu pelaku berinisial BM yang disebut sebagai pemesan bayi lobster ini,” tuturnya.

Kelima tersangka dijerat dengan Pasal 88 Jo Pasal 16 ayat 1 UU RI Nomor 45 tahun 2009 tentang perubahan atas UU RI Nomor 31 tahun 2004 tentang perikanan Jo pasal 55 ayat (1) Ke-1 Jo Pasal 56 KUHPidana.

Sumber: atr

Users ( votes)
Criterion 1
What people say... Leave your rating
Sort by:

Be the first to leave a review.

User Avatar
Verified
{{{ review.rating_title }}}
{{{review.rating_comment | nl2br}}}

Show more
{{ pageNumber+1 }}
Leave your rating

Your browser does not support images upload. Please choose a modern one

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: