Connect with us

Jakarta

Sependapat dengan Jokowi sebutan Mudik Dan pulang kampung itu beda.Begini penjelasan ahli bahasa dari Universitas Indonesia

Published

on

JAKARTA – Terkait perbedaan antara mudik Dan pulang Seperti yang di sebutkan oleh persiden RI Jokowi menyebutkan Mudik dan pulang kampung itu berbeda. Tidak di sangka ternyata dua bahasa itu kini menjadi Kontriversi di kalangan masyarakat dan warga Net dalam mengartikan kata Mudik Dan Pulang.

Namun Bahasa mudik dan pulang kampung itu ternyata Prof. Dr. Rahayu Surtiati Hidayat, ahli bahasa dari Universitas Indonesia juga berpendapat sama dengan Presiden Jokowi dalam menyebutkan pulang kampung dan mudik itu berbeda.

Demikian seperti yang di terangkan Guru Besar Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Indonesia itu berpendapat mudik dan pulang kampung memang berbeda arti. Bukan sama arti seperti ditulis di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

Di dalam KBBI yang data terakhir dimutakhirkan pada Oktober 2019 ini, tertulis mudik dan pulang kampung sama. Ada dua arti dari mudik seperti yang tertulis di KBBI.

Arti pertama mudik yakni berlayar atau pergi ke udik atau hulu. Arti kedua mudik itu pulang ke kampung halaman. Namun ternyata mudik yang diartikan dengan pulang ke kampung merupakan bahasa percakapan.

Baca Juga  Tanggapi Virus Corona.Plh Bupati Bengkalis H Bustami HY Minta warga untuk tetap tenang dan tidak panik

“Memang beda arti mudik dengan pulang kampung. Biasanya pembaca kurang cermat. Di KBBI tertulis v cak. Cak itu berarti percakapan,” ujar Prof Rahayu dalam perbincangan Kamis (23/4/2020) di lansir dari detikcom,

Menurut Prof Rahayu, bahasa percakapan anti kaidah. Sebab arti pulang kampung beda dengan mudik namun kerap dipakai dalam bahasa percakapan.

Mudik artinya pergi ke udik atau hulu. Sementara arti pulang kampung yakni kembali ke kampung halaman.

Dalam hal ini, lanjut Prof Rahayu, Presiden Jokowi membatasi penggunaan kata mudik dalam konteks Idul Fitri. Sedangkan pulang kampung tidak berkaitan dengan Idul Fitri.

Baca Juga  Sri Mulyani Bakal Kucurkan Dana ke Desa Mandiri Tahun Depan

“Mungkin karena dahulu sebagian besar wilayah Indonesia berbentuk kampung, banyak warga lahir di kampung (halaman). Dan memang banyak pekerja di Jakarta yang meninggalkan keluarganya di kampung,” tutur Prof Rahayu.

Sumber :detik.com

Users ( votes)
Criterion 1
What people say... Leave your rating
Sort by:

Be the first to leave a review.

User Avatar
Verified
{{{ review.rating_title }}}
{{{review.rating_comment | nl2br}}}

Show more
{{ pageNumber+1 }}
Leave your rating

Your browser does not support images upload. Please choose a modern one

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: