Connect with us

Jakarta

Sri Mulyani sebut, Alokasi dana BOS naik sebesar 6,03 persen, 136.579 sekolah akan di salurkan dana BOS pada tahap I tahun ini.

Published

on

JAKARTA PORTALPINGGIR.COM – Pemerintah pusat Melalui Menkeu) Sri Mulyani bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim katakan Tahun ini, alokasi dana BOS naik sebesar 6,03 persen menjadi Rp Rp 54,32 triliun.

Adapun skema penyaluran dana BOS dilakukan menjadi 3 tahap. Tahap I sebesar 30 persen, Tahap II 40 persen, dan Tahap III 30 persen.dengan total Rp 9,8 triliun. Dan sebanyak 136.579 sekolah akan mendapat penyaluran BOS pada tahap I tahun ini.

Seperti yang di sampaikan Sri Mulyani Senin (10/2/2020) Jakarta.dalam konferensi pers nya di Gedung Kemenkeu, bersama Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian melakukan sinergitas terkait pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

“Tahun ini, alokasi dana BOS naik sebesar 6,03 persen menjadi Rp Rp 54,32 triliun. Ungkap Sri Mulyani dan. Nanti akan di salurkan kepada 136.579 sekolah akan mendapat penyaluran BOS pada tahap I tahun ini.

Di samping itu Sementara Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim mengatakan penggunan dana BOS dapat digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan guru honorer. Bahkan porsinya hingga 50 persen untuk guru honorer.

Baca Juga  Kedua Pasien PDP di duri meninggal. Hasil rapid test Negatif.sampel swab masih menunggu hasilnya

“Penggunaan BOS sekarang lebih fleksibel untuk kebutuhan sekolah. Melalui kolaborasi dengan Kemenkeu dan Kemendagri, kebijakan ini ditujukan sebagai langkah pertama untuk meningkatan kesejahteraan guru- guru honorer dan juga untuk tenaga kependidikan,” ujar Mendikbud Nadiem.

Hanya saja, batas 50 persen tersebut tidak mutlak dialokasikan seluruhnya untuk guru honorer melihat kondisi nyata ada sekolah dengan sedikit tenaga honorer.

Di samping itu penggunaan dana BOS tidak lah seluruh nya dapat di gunakan harus sesuai dengan peruntuhan nya.

Adapun larangan pengunaan dana BOS seperti yang dilansir dari laman https://bos.kemdikbud.go.id/ dengan 16 larangan penggunaan dana BOS

  1. Disimpan dengan maksud dibungakan.
  2. Dipinjamkan kepada pihak lain.
  3. Membeli software atau perangkat lunak untuk pelaporan keuangan BOS SMA/SMK atau software sejenis.
  4. Membiayai kegiatan yang tidak menjadi prioritas sekolah dan memerlukan biaya besar, misalnya studi banding, tur studi (karya wisata) dan sejenisnya.
  5. Membayar iuran kegiatan yang diselenggarakan oleh UPTD kecamatan/kabupaten/kota/provinsi/pusat, atau pihak lainnya, kecuali untuk menanggung biaya siswa/guru yang ikut serta dalam kegiatan tersebut.
  6. Membayar bonus dan transportasi rutin untuk guru.
  7. Membiayai akomodasi kegiatan seperti sewa hotel, sewa ruang sidang, dan lainnya.
  8. Membeli pakaian/seragam/sepatu bagi guru/siswa untuk kepentingan pribadi (bukan inventaris sekolah).
  9. Digunakan untuk rehabilitasi sedang dan berat.
  10. Membangun gedung/ruangan baru.
  11. Membeli Lembar Kerja Siswa (LKJ) dan membeli bahan/peralatan yang tidak mendukung proses pembelajaran.
  12. Menanamkan saham. (Sumber : Kompas)
Baca Juga  Pemerintah Pusat pangkas Dana Desa Sebenyak Rp 56 hingga Rp 59 Terliun untuk penanganan Virus Corona -19.

Users ( votes)
Criterion 1
What people say... Leave your rating
Sort by:

Be the first to leave a review.

User Avatar
Verified
{{{ review.rating_title }}}
{{{review.rating_comment | nl2br}}}

Show more
{{ pageNumber+1 }}
Leave your rating

Your browser does not support images upload. Please choose a modern one

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: