Connect with us

Hukrim

Sudah dilaporkan ke Balai Gakum.Penegasa Kawasan Hutan SM balai raja yang beralih pungsi menjadi perkebunan sawit di kelola Persorangan tidak kunjung ada kejelasan.

Published

on

PINGGIR – Ribuan Hekter lahan Swaka Marga satwa SM Balai raja kecamatan pinggir yang sudah puluhan tahun berlalih pungsi menjadi perkebunan sawit yang di kelola secara perorangan masih tetap beroperasi tampa adanya tindakan dari pihak terkait.

Padahal agusrtus tahun 2017 lalu pihak KSDA Riau telah melaporkan terkair pengalihan pungsi Hutan SM balai raja kepada Pihak balai Penegakan Hukum lingkungan dan hutan BALAI GAKUM. Hingga 2020 penegasan dan tindakan Terkait hutan SM balai raja yang kini beralih pungsi perkebunan sawit yang di kelola secara pribadi itu tak kunjung ada kejelasan nya.
Berdasarkan penelusuran awak media portalnggir.com Selasa 4 agustus 2020 dilapangan. Lahan alih pungsi menjadi kebut sawit yang berada di dalam kawasan rata-rata di atas 200 hektar lebih di kelola secara perseorangan.
Berikut informasi yang di dapat dilapangan oleh awak media dari berbagai sumber hutan yang beralih pungsi menjadi perkebunan sawit tersebut di kelola secara perseorangan oleh berapa oknum-oknum sudah berlansung puluhan tahun tampa adanya tindakan serta pengasan dari pihak terkait.
Hal ini menuai berbagai pertanyan di berbagai kalangan terkait dengan penegasan terhadap kawasan Hutan SM Balai raja di kawasan kecamatan pinggir yang beralih pungsi menjadi perkebunan sawit di kelola secara perseorangan tak kunjung adanya kejelasan dari pihak terkait.
Sementara itu Kepala KSDA Riau Suryono ketika dikompirmasi melalui Watsap nya tidak memberikan jawaban terkait alih pungsi hutan SM balai raja. Tidak lama setelah di kompormasi Awak media Seorang Bernama Heru yang menyatakan sebagai
Kabid Tingakat 2 wilayah sumatra memberika stetmen mengatakan.Terkait Kompirmasi yang bang tanyakan kepada KSDA Riau tadi katanya mengatakan Ijin bang Saya heru bang, kabid wilayah 2 BBKSDA Riau melalui pesan wattsap nya.
Dia menjelaskan. Untuk permasalahan penguasaan lahan di SM Balai Raja, telah disampaikan secara tertulis ke balai Gakkum wilayah Sumatera untuk tindak lanjut penanganan nya dan berdasarkan peraturan menteri kehutanan Nomor p.49/menhut/II/2014, BBKSDA Riau telah mengusulkan Evaluasi Kesesuaian Fungsi terhadap kawasan Suaka Margasatwa Balai Raja kepada Dirjen KSDAE.ungkapnya.***

Baca Juga  Banjir Bandang Bondowoso, 200 Rumah Terendam Lumpur

Tim

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: