Connect with us

Pristiwa

Tambang Galian C di Kerinci Terbukti Sebagian Ilegal, Tanpa Kantongi Izin.

Published

on

Jambi.-PortalPinggir.Com. – Seperti kita ketahui, sejak maraknya aktivitas Tambang Galian C di Kabupaten Kerinci membuat area pemukiman penduduk disejumlah daerah diantaranya Desa Sungai Sekai Kecamatan Gunung Tujuh, Desa Lembur Kecamatan Gunung Raya, dan Desa Ujung Ladas Kecamatan Sulak kerap kali tertimbun tanah longsor.


Pada akhir 2019 lalu, hampir setiap hari keluh kesah serta jeritan ratusan masyarakat tiga kecamatan tersebut langsung menjadi topik pemberitaan di sejumlah media lokal Kerinci, provinsi hingga nasional.
Selain Anggota DPRD Kabupaten Kerinci, akhirnya teriakan masyarakat di media tersebut juga direspon langsung oleh Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jambi, Rocky Chandra, dengan mendatangi langsung lokasi aktivitas pertambangan Galian C, tepatnya pada 21 Desember 2019 lalu.


Kedatangan Politisi Gerindra ke lokasi tambang “ Beberapa waktu yang lalu saya melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Kerinci. Hal ini menindak lanjuti atas aduan masyarakat tentang maraknya Tambang Galian C Ilegal di beberapa wilayah,” ungkap Rocky Chandra, Sabtu (1/2/2020) dikutib dari salah satu media daerah jambi (KabarDaerah. Com)


Tak hanya satu lokasi tambang saja, secara teliti Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi Rocky Chandra pun mengajak ajudannya untuk mendata atau menghitung sendiri jumlah tambang Galian C dengan mendatangi satu persatu ke beberapa wilayah di Kerinci. Dan hasilnya apa yang disampaikan masyarakat adalah benar.

Baca Juga  Dalam 1-2 hari kedepan Pesawat TNI Akan Jemput peralatan medis kesehatan dari Shanghai, RRT.

“Setelah saya telusuri memang benar adanya, ternyata terdapat puluhan Tambang Galian C yang beraktivitas di daerah Kabupaten Kerinci, tepatnya tersebar beberapa Kecamatan Gunung Tujuh, Desa Sukai, Kecamatan Gunung Raya, Desa Lempur, Kecamatan Siulak, Desa Ujung Ladas,” paparnya.


Tak sampai disitu, Rocky pun menceritakan dengan detail terkait apa saja yang ditemukannya saat itu. Dirinya mengaku sedikit bingung dan kaget usai melakukan pengecekan. Sembari tersenyum dan menggelengkan kepalanya, Rocky mendapati dari puluhan Tambang Galian C ternyata hanya terdapat 2 Tambang saja yang kantongi izin.


“Data Dinas ESDM Provinsi Jambi, dari puluhan Tambang Galian C yang berada di Kabupaten Kerinci tersebut, hanya 2 yang mengantongi izin. Akibatnya dari galian C tersebut membuat aliran sungai menjadi dangkal dan tertutupi oleh material bekas galian. Sehingga berpotensi menyebabkan banjir dan longsor,” ucap Rocky Chandra.


Air disepanjang aliran Sungai Batang Marao Kerinci, menurut Rocky, yang biasa menjadi sumber kehidupan masyarakat tapi akibat pertambangan ilegal membuat aliran sungai tidak bisa digunakan. Karena untuk aktivitas sehari-hari, berdasarkan pantauannya kondisi warna air sungai tampak keruh dan berlumpur.

Baca Juga  Bupati Bengkalis Amril Mukminin Resmi Di Tahan KPK 

“Saya meminta pihak aparat penegak hukum dan Pemerintah Daerah harus bertindak tegas dengan hal yang terjadi di depan mata kepala kita ini, karena aktivitas tambang bukan dilakukan didalam hutan tetapi di pinggir jalan raya atau disekitar pemukiman penduduk,” tegas Rocky Chandra dengan nada lantang. (sumber/Kabar Daerah.Com jambi)
(editor/admin)

Users ( votes)
Criterion 1
What people say... Leave your rating
Sort by:

Be the first to leave a review.

User Avatar
Verified
{{{ review.rating_title }}}
{{{review.rating_comment | nl2br}}}

Show more
{{ pageNumber+1 }}
Leave your rating

Your browser does not support images upload. Please choose a modern one

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: